Belajar filsafat lewat sebuah novel

Belajar filsafat bukan lah hal yang mustahil lagi ketika kau membaca dunia shopie. Novel yang mengemas pelajaran filsafat dalam bahasa yang mudah dipahami dalam cerita seorang gadis kecil bernama shopie. Dalam bab bahasan novel dunia shopie, ada yang berjudul topi pesulap. Bab ini membahas mengenai filsafat yang mana orang yang berfilsafat itu tidak bisa dipahami dasarnya, dalam artian banyak orang yang berfilsafat, tetapi mereka berbeda dalam hal apa yang mereka cari dan dalam bentuk apa jawaban yang mereka butuhkan. Tidak mungkin seorang filosof membahas seluruh filsafat sekaligus.
Kemudian pada bab selanjutnya, berjudul mitos-mitos. Pada bab ini dibahas bahwa apa yang filsof pelajari adalah berawal dari mitos. Yang dimaksud mitos disini adalah kepercayaan orang-orang Yunani terdahulu yang percaya akan suatu hal yang mana hal ini memicu para filosof untuk mengetahui asal-usul sesuatu.
Pada bahasan selanjutnya berjudul para filosof alam. Adalah alasan dari kebanyakan filsof Yunani terdahulu selalu membahas alam yang menjadi kajian dalam pencarian nya. Mengapa demikian? Karena beberapa filsof mengatakan bahwa segala sesuatu berasal dari alam. Seperti contoh pohon yang rindang muncul dari tanah yang mati, ikan muncul dari air, begitupun bayi yang muncul dari rahim seorang ibu. Semua itu berasal dari alam dan jawaban para filsof pun mengarah pada alam.
Ada pula bahasan mengenai democritus. Pada bab ini, shopie ditanyai guru filsafatnya mengenai mengapa Lego merupakan mainan tercerdas di dunia. Ketika shopie berpikir jawabannya, ia menemui bahwa Lego memanglah mainan yang bisa dimainkan tanpa batas, lego merupakan sebuah balok yang apa bila dihancurkan lalu disusun kembali maka akan menghasilkan bentuk yang baru. Lego merupakan suatu balok yang melengkapi satu sama lain menjadi kesatuan yang utuh.
Dalam bahasan selanjutnya, berjudul takdir. Yang mana pada bab ini dijelaskan alasan mengapa para filsof lebih memilih jawaban alamiah yang berasal dari alam. Sebelumnya telah di bahas dalam bab mitos. Orang-orang pada masa itu, mampercayakan takdirnya pada suatu ramalan atau mitos, mengapa demikian. Hal itu membuat peramal berusaha untuk meramalkan sesuatu yang sebenarnya ia sendiri tak bisa ramalkan. Namun karena yang dikarang peramal itu sendiri juga kabur, maka kita tidak bisa menyangkal apa yang dilarangnya oleh peramal itu.
Sekian, saya hanya mereview beberapa bab saja, terimakasih karena telah membaca😊

Komentar