BPI Bukan Sekedar Menyuluh, Namun Juga Mengabdi




Selain bentuk representasi dari apa yang telah dipelajari, pengabdian kepada masyarakat juga salah satu bentuk tri dharma perguruan tinggi yang wajib dijalani oleh mahasiswa. Selasa  4 September 2019, Program Studi (prodi) Bimbingan dan Penyuluhan Islam (BPI) mengadakan acara pelepasan praktikum profesi makro 2018. Praktikum profesi makro sendiri akan diadakan di Desa Pacarejo, Kecamatan Semanu, Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta.

Untuk pemberangkatan praktikum makro ini sendiri terjadwal 7 September 2018. BPI akan memberangkatkan 52 mahasiswa angkatan tahun 2015 untuk mengabdikan diri dengan berbagai program kerja sesuai bidang penyuluhan yang tertera. Dengan dibagi menjadi 8 kelompok, diharapkan setiap kelompok dapat mewujudkan program kerjanya di satu dusun yang sudah dipilih terdahulu.

Acara pelepasan ini dilakukan di ruang Teater Dr. Aqib Suminto lantai dua Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Jakarta. Serta turut dihadiri oleh Wakil Dekan II Bidang Administrasi dan Umum, Roudhanah, Ketua Jurusan (Kajur) BPI, Rini Laili Prihatini, Sekertaris Jurusan, Noor Bekti Negoro, dan beberapa dosen pembimbing praktikum profesi makro.

Sebagai ketua praktikum profesi makro angkatan 2018, Umar Rafiqi memberikan sambutan dan penjelasan mengenai tempat dan tanggal pelaksanaan. Umar sekaligus meminta doa restu pada dosen yang hadir demi kelancaran acara serta berharap bimbingannya. 

Kajur BPI, Rini mengapresiasi pada mahasiswa yang hadir dan mengadakan acara pelepasan, mengingat tempat praktikum yang jauh dan untuk menempuhnya penuh perjuangan. Rini juga memberikan semangat dan doa pada mahasiswa yang akan melaksanakan praktikum profesi makro ini.

Praktikum makro sendiri merupakan salah satu perkuliahan wajib pengganti KKN yang memang dihilangkan sejak tahun 2010 di jurusan BPI. Serta dengan berlokasi di Yogyakarta, banyak harapan dari Kajur serta  dosen agar dapat mengembangkan diri lebih baik. 

“Diharapkan semua mahasiswa BPI 2015 dapat mengembangkan potensi diri dan mengambil pelajaran dari masyarakat agar  dapat berkembang menjadi lebih baik sesuai fokus keilmuan BPI”. Ungkapnya.

Lebih lanjut, Rini berharap agar mahasiswa dapat lebih dalam bersosialisasi dengan masyarakat. Karena nantinya bisa saja mahasiswa bisa mendapat ide untuk skripsi ataupun hal lainnya. “Jadi saya harap mahasiswa menerapkan ATM (amati, tiru, modifikasi)kepada masyarakat nantinya”. Tambahnya. 

Sebagai penutup, Roudhonah dan Rini juga memakaikan jas lab BPI kepada dua mahasiswa perwakilan BPI 2015 sebagai simbolis pelepasan.

(Ayu Naina Fatikha)

Komentar