Hari Lalu



Dalam malam kita diam,
Saling berpikir tentang apa yang terjadi kemudian.

Hari-hari penuh pikiran,
Tentang benar salahnya kita saling melempar kepahitan.

Jangankan benci,
Saling memandang saja sudah muak rasanya hati.

Lagi dan lagi,
Kita paksa diri untuk menjadi lain pribadi.

Tapi, sadar rasanya bahwa ini salah.
Tak seharusnya masing-masing kita saling mengalah,
Pada ego yang buat kebencian ini makin nyata.

Karenanya, ku ciptakan jarak sebegitu jauh,
Agar bisa ku lihat kau ber ekspresi,
Agar nyaman kau lihatku meredam emosi hati.

Hingga kini kita telah terbiasa,
Saling melihat waktu kita bahagia sendiri,
Ataupun larut dalam siksaan hati.

Sampai kapanpun, kita akan bersama.
Kau dengan caramu, aku dengan caraku.
Berharap saling bahagia,
Dengan jalan yang berkelok dan penuh rasa.

Komentar